7 Negara Pertama yang Melegalkan Judi Online dan Dampaknya di Dunia

Posted on 20 January 2026 | 36
Uncategorized

Perkembangan teknologi internet membawa revolusi besar dalam dunia perjudian. Pada awalnya, perjudian hanya bisa dilakukan di kasino fisik atau tempat-tempat tertentu. Namun sejak tahun 1990‑an, beberapa negara mulai membuka regulasi khusus untuk judi online, menjadikan aktivitas ini legal dan diawasi oleh otoritas setempat. Pengaturan hukum yang jelas memicu pertumbuhan industri judi daring secara global, mulai dari kasino digital hingga taruhan olahraga.

Artikel ini membahas 7 negara pertama yang melegalkan judi online, bagaimana mereka memulai regulasi, serta dampak perkembangan tersebut terhadap industri global.

Sejarah Awal Judi Online di Dunia

Konsep judi online pertama kali muncul pada awal internet. Pada tahun 1994, sebuah undang‑undang di Antigua dan Barbuda membuka pintu bagi situs judi daring untuk mendapatkan lisensi dan beroperasi secara legal di internet. Inilah titik awal legalisasi perjudian daring di dunia, yang kemudian diikuti oleh negara lain dengan pendekatan hukum dan regulasi masing‑masing. Sejak itu, perjudian online berkembang pesat, dan banyak negara mulai menyusun peraturan untuk mengakomodasi fenomena ini secara resmi.

1. Antigua dan Barbuda – Pelopor Legalitas Judi Online

Antigua dan Barbuda sering disebut sebagai negara pertama yang melegalkan judi online secara resmi. Pada tahun 1994, pemerintahnya mengesahkan Free Trade & Processing Zone Act yang memberikan izin bagi organisasi untuk membuka kasino dan situs judi daring berlisensi. Regulasi ini menjadi model awal bagi negara lain dalam merancang kerangka hukum perjudian daring. Legalitas ini membantu menumbuhkan industri iGaming di wilayah Karibia dan menarik banyak operator internasional untuk bermarkas di sana.

2. Isle of Man – Regulasi Awal di Eropa

Isle of Man menjadi salah satu yurisdiksi pertama di Eropa yang mengatur perjudian online dengan sistem lisensi yang jelas dan otoritas pengawas independen. Komisi Pengawasan Perjudian Isle of Man didirikan untuk memberikan lisensi kepada operator serta memastikan permainan dilakukan dengan adil dan aman. Wilayah ini menjadi tempat banyak perusahaan judi online besar mendirikan basis operasional karena kerangka hukum yang kondusif bagi pertumbuhan industri.

3. Malta – Pionir di Benua Eropa

Negara kecil ini dikenal sebagai ibu kota iGaming Eropa karena regulasi judi online yang relatif ramah. Malta memperkenalkan undang‑undang yang memungkinkan operator judi online memperoleh lisensi resmi di bawah otoritas perjudian setempat. Lisensi Malta menjadi salah satu yang paling diakui di dunia dan menarik banyak perusahaan besar untuk mematuhi standar hukum dan beroperasi secara global dari wilayah ini.

4. Inggris – Regulasi Lengkap Melalui UK Gambling Commission

Inggris adalah salah satu negara yang lebih awal menyusun regulasi komprehensif untuk judi online melalui Gambling Act dan pembentukan UK Gambling Commission. Regulasi ini memberi kerangka hukum yang ketat terkait lisensi, pajak, dan perlindungan pemain, sekaligus membuka pasar judi online secara resmi di negara tersebut. Inggris menjadi pelopor di Eropa dalam hal pengawasan industri iGaming yang transparan dan bertanggung jawab.

5. Kanada – Provinsi Pertama Melegalkan I‑Gaming

Kendati regulasi judi online di Kanada berada di tingkat provinsi, beberapa provinsi seperti British Columbia dan Manitoba menjadi yang pertama meluncurkan layanan judi online legal, seperti PlayNow.com, yang dikelola oleh otoritas lotere setempat. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana negara federasi bisa memulai legalisasi judi online dari tingkat lokal sebelum diikuti oleh provinsi lain.

6. Australia – Kerangka Hukum untuk Interaktif

Australia mengambil pendekatan berbeda terhadap judi online. Meskipun kebijakan federal (Interactive Gambling Act) membatasi sebagian layanan, negara ini membuka ruang bagi operator terlisensi untuk beroperasi di luar negeri sekaligus melindungi konsumen domestik. Meskipun memperketat beberapa aspek, ini tetap menjadi salah satu contoh awal negara yang merespon fenomena judi online dengan undang‑undang khusus.

7. Estonia – Regulasi Terpadu di Eropa Timur

Estonia melegalkan dan mengatur perjudian online sejak awal 2010, dengan aturan ketat terkait lisensi, pajak, dan pemantauan operator. Langkah ini menjadikan Estonia salah satu negara di Eropa Timur pertama yang membuka pasar judi online bagi operator domestik maupun asing dengan lisensi yang sah. Pendekatan ini mencerminkan bagaimana negara kecil juga bisa menciptakan regulasi yang mengakomodasi perkembangan iGaming secara aman.

Kesimpulan

Perjalanan judi online sebagai industri yang legal dimulai dari beberapa negara dengan regulasi yang inovatif. Antigua dan Barbuda menjadi pionir pertama, diikuti oleh yurisdiksi seperti Isle of Man, Malta, Inggris, beberapa provinsi di Kanada, Australia, dan Estonia. Legalitas ini tidak hanya membuka kesempatan baru bagi pasar digital, tetapi juga mendorong munculnya kerangka hukum yang mengatur lisensi, perlindungan pemain, serta pemantauan industri.

Seiring berkembangnya kripto dan judi online, semakin banyak negara juga mempertimbangkan regulasi modern untuk memadukan teknologi digital dengan peraturan yang melindungi konsumen, serta menghadirkan pengalaman bermain yang aman. Untuk pemain yang ingin terlibat dalam industri ini, legalitas di berbagai negara memastikan bahwa taruhan daring dapat dilakukan melalui platform yang sah dan diawasi. Contohnya, pengalaman daring juga bisa dijalani melalui fitur legal dan teratur seperti yang disediakan saat Anda daftar m88.